Yiruma (River Flow In You)

Published Januari 25, 2012 by riagalang

Pernah menonton film Twilight Saga? Dalam film itu kita akan menemukan sebuah alunan piano yang sederhana tapi memberikan kesan damai. Melodi itu berjudul River Flows In You, ciptaan seorang pianis Korea bernama Yiruma. Yiruma adalah seorang pianis muda asal Korea Selatan. Dia pernah menuntut ilmu di London dan kembali lagi ke Korea untuk mengikuti wajib militer. Wow, ga nyangka Yiruma yang kelihatan kalem juga pernah berkecimpung di bidang militer.

Saya secara pribadi sangat menyukai permainan pianonya, simple but peaceful. Lagunya yang berjudul River Flows In You sangat terkenal dan sudah dilihat oleh jutaan penonton melalui Youtube. Walaupun di sisi lain permainannya sempat dicemooh tidak lebih dari 30% kemampuan Mozart, tapi permainannya tetap bagus dan bisa dirasakan kelembutannya. Nada-nadanya yang sederhana mudah untuk dimainkan, biasanya sih untuk ngegombal. Bisa memainkan lagu ini dan didengar oleh cewek-cewek bisa membuat mereka klepek-klepek pada anda. Tapi tetap bisa dinikmati kok.

Bagi yang penasaran dengan videonya, silahkan menonton dibawah ini :

Selamat menikmati alunan piano Yiruma. Bagaimanapun, Musik bukan lagi persoalan skill, tapi bagaimana kita merasakannya di hati.

Sumber : Blog Anak SD

Yiruma

Published Maret 19, 2012 by riagalang
Yiruma adalah seorang komponis musik piano. Ia lahir di seoul, Korea selatan (15 februari 1978). Albumnya telah terjual diseluruh Asia, Amerika, dan Eropa. Ciptaan yang terkenal yaitu river flows in you atau bella’s lullaby yang dimainkan oleh edward di gudang untuk bella , untuk para pengemar twilight pasti semua sudah pada tau dan karya karyanya lain seper Read the rest of this entry →

Borobudur

Published Maret 19, 2012 by riagalang

Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Monumen ini terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang diatasnya terdapat tiga pelataran melingkar, pada dindingnya dihiasi dengan 2.672 panel relief dan aslinya terdapat 504 arca Buddha.[1] Stupa utama terbesar teletak di tengah sekaligus memahkotai bangunan ini, dikelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang didalamnya terdapat arca buddha tengah duduk bersila dalam posisi teratai sempurna dengan mudra (sikap tangan) Dharmachakra mudra (memutar roda dharma).

Monumen ini merupakan model alam semesta dan dibangun sebagai tempat suci untuk memuliakan Buddha sekaligus berfungsi sebagai tempat ziarah untuk menuntun umat manusia beralih dari alam nafsu duniawi menuju pencerahan dan kebijaksanaan sesuai ajaran Buddha.[2] Para peziarah masuk melalui sisi timur memulai ritual di dasar candi dengan berjalan melingkari bangunan suci ini searah jarum jam, sambil terus naik ke undakan berikutnya melalui tiga tingkatan ranah dalam kosmologi Buddha. Ketiga tingkatan itu adalah Kāmadhātu (ranah hawa nafsu), Rupadhatu (ranah berwujud), dan Arupadhatu (ranah tak berwujud). Dalam perjalanannya ini peziarah berjalan melalui serangkaian lorong dan tangga dengan menyaksikan tak kurang dari 1.460 panel relief indah yang terukir pada dinding dan pagar langkan.

Menurut bukti-bukti sejarah, Borobudur ditinggalkan pada abad ke-14 seiring melemahnya pengaruh kerajaan Hindu dan Buddha di Jawa serta mulai masuknya pengaruh Islam.Dunia mulai menyadari keberadaan bangunan ini sejak ditemukan 1814 oleh Sir Thomas Stamford Raffles, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jenderal Inggris atas Jawa. Sejak saat Read the rest of this entry →

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.